Review Suzuki Karimun Wagon R AGS

Suzuki Karimun Wagon R GS AGS AMT yang yakni varian tertinggi dengan harga 121.5 juta Rupiah (namanya panjang amat ya). Secara eksterior tak ada perbedaan signifikan selain stiker Automated Gear Shift yang amat besar di samping body dalam rangka promosi, di bagian belakangnya-malah tak ada emblem tambahan untuk menegaskan bahwa mobil ini mempunyai transmisi automatic. Untuk menggambarkan iritnya transmisi AMT ini.

Masuk ke dalam Suzuki Karimun Wagon R GS AGS malah tak ada bedanya sama sekali dengan varian transmisi manual, yang berbeda hanya pada tuas transmisi yang kini berubah, dan speedometer yang kini mempunyai MID dengan indikator tuas transmisi AMT. Memandang tuas transmisinya malah juga berbeda dengan tuas transmisi automatic kebanyakan, sebab kita tak akan menemukan huruf “P” disini, sehingga sekiranya mobil akan di-starter, anda patut memasukan transmisi page one google ke mode “N”. Di mode “D” juga kita dapat mengubahnya ke mode manual dengan menggeser tuas transmisi ke sebelah kiri. Sayangnya, entah kenapa Suzuki mendesain figur tuas tranmisi mobil ini dengan kepala yang kebesaran seperti mengidap hidrocepalus.

Kita starter mesin Suzuki Karimun Wagon R GS AGS dan mulai berjalan dengan mobil ini, injak pedal rem, usulan tuas perseneling ke “D”, lepas gas, dan mobil akan berjalan perlahan seperti layaknya kita menggantung separo kopling, seperti halnya mobil AMT, lag perpindahan gigi dari mode “N” ke “D” cukup terasa sebab kopling hidrolik patut bekerja memindahkan gigi dan melepas separo kopling ketika rem dilepas. Berkeinginan menambahkan kecepatan mobil, anda hanya perlu AGS, Asal Gas Saja seperti mobil matic lainnya.

Pada kecepatan rendah dan konstan, mobil Suzuki Karimun Wagon R GS AGS berusaha mengganti gigi pada putaran mesin di angka 2.000 – 2.500 Rpm demi menghemat bahan bakar. Hanya saja di kecepatan rendah. transmisi ini sepertinya bingung untuk mempertimbangkan posisi gigi idealnya, beberapa kali transmisi tak berharap turun gigi ketika berakselerasi dari kecepatan rendah, sehingga ketika lalu lintas merayap, amat berat untuk menambah kecepatan seperti layaknya transmisi normal. Kami patut memancing transmisi untuk turun gigi menggunakan pedal rem terutamanya dahulu agar mobil dapat berakselerasi.

Memacu mobil Suzuki Karimun Wagon R GS AGS di kecepatan konstan di 60 – 80 kilometer perjam, transmisi ini baru memberikan kinerja terbaiknya, transmisi stabil di gigi tinggi dan berjalan dengan normal, asal jangan coba menginjak gas lebih dalam, sebab transmisi ogah menurunkan gigi dan mesin pasti ngeden. Jikalau berdasarkan anda transmisi automatic 4 kecepatan konvensional masih lelet, transmisi ini lebih lelet lagi.

Tetapi semuanya berubah ketika menggunakan mode M atau manual, masuk ke mode manual, lag transmisi Suzuki Karimun Wagon R GS AGS terasa lebih minim sedangkan masih ada lag sebab kopling hidrolik masih butuh waktu untuk bekerja. Kita dapat memainkan gigi layaknya mobil manual dan tentunya bermigrasi gigi di putaran mesin yang pas agar dapat merasakan responsifitas mesin yang sebetulnya. Seperti halnya Suzuki Karimun Wagon R manual, gigi 1,2 dan 3 mobil ini terasa amat panjang, saking panjangnya, gigi 5 dari transmisi ini terasa seperti aksesori saja sebab tak dapat diajak berlari.

Pada mode manual, perpindahan gigi dari transmisi ini terasa halus ketika menaikan dan menurunkan gigi, berbeda dengan mode “D” yang terasa lebih kasar. Jadi sebetulnya lebih baik gunakan transmisi mode M sekiranya berharap berkendara di Suzuki Karimun Wagon R GS AGS ini. Tetapi ketika berhenti di mode M, masih terasa lag ketika melepas pedal gas agar mobil berjalan separo kopling seperti mode D.

Sebab lag kopling otomatis di transmisi Suzuki Karimun Wagon R GS AGS ini, dapat dibilang transmisi ini sama sekali tak dapat diandalkan di jalan yang sedikit menanjak. Umumnya mobil automatic mempunyai energi dorong perlahan untuk menahan agar mobil tak mundur, tetapi sebab mobil ini akan menginjak kopling otomatis ketika mobil berhenti sedangkan pada posisi “D”, maka di jalan yang agak turun, mobil ini akan meluncur kebawah dengan mudah. Diperlukan rem tangan untuk menjaga mobil tak mundur di jalan yang sedikit menurun di kemacetan. Sebagai perbandingan, pada transmisi manual biasa malah sebetulnya anda tak akan mundur sebab kaki anda cukup cepat ketika bermigrasi dari pedal rem ke pedal gas tanpa rem tangan di turunan yang tak demikian itu terjal. Tetapi ini patut dimaklumi, sebab sekiranya transmisi tetap menggantungkan kopling pada ketika mobil berhenti, plat kopling dari mobil ini pasti akan panas dan hangus, sehingga transmisi patut menginjak kopling secara otomatis. Sebagai konsekuensinya, anda patut menggunakan seo rem tangan.

Untuk berakselerasi di posisi tuas transmisi M ini juga diperlukan untuk menginjak gas lebih dalam, sedangkan mode manual dan mempunyai transmisi yang sama, gas dari Suzuki Karimun Wagon R GS AGS ini masih tak seringan versi manual biasa dalam menambah putaran mesin. Tetapi lagi-lagi ini bukan keadaan sulit serius, hanya perlu sedikit penyesuaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *